Tuesday, January 08, 2013

Mulai lagi dari NOL

Cerita tamu yang datang di Sabtu Sore, tgl 5Januari 2013.

Seseorang ingin ketemu sama saya, dia ingin konsultasi bisnis sama
saya. setelah disepakati jadwal nya, akhir nya saya ketemu. Dia datang
sama istri nya....
Dia cerita banyak tentang usaha nya, selama ini dia usaha hanya
membesarkan teman nya, ketika sdh besar, teman itu menganggap dia
hanya sebagai karyawan bukan sebagai partner.

Sekarang dia mau mulai dari nol lagi katanya. Apa nasehat untuk saya
pak kata nya?
Biasanya tamu yang datang biasanya diskusi masalah usaha saya,
bagaimana bekerja sama, tapi ini beda.

Saya berfikir, nasehat apa yang cocok untuk Bapak ini ya? dia sdh 3thn
berusaha, tapi masih tampak hasil nya.

Saya : Ketika Bapak ikut seminar "Apa yang Bapak dapatkan?"
Teman : "Semangat saya mengebu ngebu pak" ingin mulai usah lagi. ingin
bangkit lagi.
Saya : Setelah seminggu, apa semangat itu masih ada?
Teman : "Kendor lagi"
Saya : Jadi yang penting apa pak?
Teman : "Pemberi semangat dan penjaga semangat"
Saya : Ketika baca buku, apa yang Bapak dapatkan?
Teman : Semangat dan Ilmu. Rasanya ingin menerapkan isi buku tsb.
Saya : Setelah 3 hari tak baca buku, apa yang dirasakan
Teman: kendor lagi semangatnya....
Saya : Jadi yang dibutuhkan apa?
Teman : "Pemberi semangat dan penjaga semangat"

hmmmm ternyata pertanyaan saya bisa dijawab sama Bapak tersebut, tanpa
saya yang menjawab nya.
Lalu giliran istrinya yang cerita, saya perhatikan istri nya punya
ilmu komunikasi yang bagus, punya sifat kepemimpinan....

Saya : Setelah saya perhatikan istri Bapak lbh mempunyai Sense of
Bisnis, maaf ya pak. Jadi saran saya tidak apa kita sebagai suami
membantu usaha istri. Bisa saja Allah memberikan kelebihan kpd istri,
jadi rezeki melalui istri. Jadi Bapak tidak apakan kalau Bapak yang
bantu usaha istri. Saya dulu bisnis baju muslim ini juga awal nya
usaha istri, tapi ketika saya yakin bahwa usaha layak untuk
diteruskan, saya yang terjun di bisnis ibu-ibu ini, jadi saya keluar
kantor dan fokus dalam bisnis.
Dalam keluarga, kita harus saling dukung mendukung, tidak boleh si
istri merasa lebih berkuasa thdp suami walau suami membantu kerjaan
istri.

teman : Jadi saya mulai dari mana pak? saya sdh sering menjalani agen,
bisnis asuransi sudah saya jalani, bisnis jual air sdh jalani, servis
sama teman juga sdh ditekuni, sdh banyak pak. Tapi belum bisa seperti
pak Afrizal, gimana cara nya pak?
Saya : Gini saja pak, Bapak kan punya keinginan, nah tulis tuh
keinginan nya dan tempel di pintu kamar. Ini akan menjaga semangat
terus....
Teman : Usaha nya apa pak? Saya sdh sering gagal
Saya : Bapak diskusi saja istri, kan tidak masalah kan membantu usaha
istri. Bisa saja membesarkan bimbingan belajar punya istri sendiri,
atau Bapak berjualan, atau bapak beternak Ayam.
Istri teman : "Saya ingat suami saya hobby beternak ayam", jadi ingat saya
Saya perhatikan wajah istri nya sudah mulai tampak ceria, dan tampak
ada titik solusi....mungkin ternak yang cocok utk suami saya.
Saya : "bisa jadi Bu"

Sekarang ibu tulis saja 3 usaha yang mungkin dikerjakan. Tanpa
memikirikan faktor penghambat nya. 3 usaha itu yang menurut Bapak dan
Ibu yakin akan berkembang. nanti di pagi hari tinggal di doakan saja
mana yang terbaik diantar 3 usaha tersebut. Minta bantuan kpd Allah
SWT untuk memberikan jalan nya.

Saya : " Dalam Usaha itu ada 4 hal, pertama Market, kedua Produk,
ketiga SDM, keempat Financial"....

Teman : Nah sekarang misal saya mau usaha servis AC, apakah akan ada pelanggan?
Saya : Kitakan tidak tahu apa yang terjadi di depan, yang penting kita
berusaha, berikhtiar, bekerja keras dan bekerja cerdas....masalah
rezeki bukan urusan kita.
Saya : "Kewajiban kita hanya berusaha dan berdo'a"
Teman : Ya pak...
Saya : setelah diputuskan akan memulai usaha, maka dibuat saja
langka-langkah yang akan dikerjakan agar target Bapak tercapai.
Saya : Sekarang mulai saja, buat plan, buat bosur, mendekorasi/mencari
tempat usaha...

Akhirnya diskusi itu disepakati yang lebih diutamakan adalah keutuhan
keluarga, bukan bisnis.
Diakhir pertemuan, pasangan suami ini tampak lebih ceria....

Wassalam
Afrizal
"suadagar baju muslim yang sdh 7kali melawati lebaran"

www.bajupoeti.com
HP/Whatsapp 081315527965
BB 21B70100
FB afrizalsyafr

Wednesday, November 14, 2012

Jalani Hidup Dengan Optimis

Tidak ada satu pun alasan bagi kita untuk besikap pesimis di dunia ini. Tuhan menganugerahkan begitu banyak hikmat,kelebihan,rahmat,dan rejeki bagi kita sesuai dengan apa yang telah kita kerjakan. Dengan segala kenikmatan itu, kita mempunyai potensi yang besar untuk mewujudkan apa yang kita inginkan.
Lihatlah di sekeliling kita. Betapa banyak orang yang kita mempunyai kekurangan dalam berbagai hal, tetapi dengan kesungguhan, mereka mamapu mewujudkan apa yang mereka cita-citakan. Mereka mempunyai mimpi dan kemudian bekerja keras untuk mewujudkannya.
Pesimisme timbul jika kita tidak mampu mengelola kemampuan kita, dan menyalahkan segala sesuatu jika impian itu tidak tercapai, atau lingkungan kita tidak sesuai dengan apa yang d inginkan. Padahal, inti dari semua itu ada dalam diri kita sendiri. Orang-orang yang pesimis melihat segala sesuatu sebagai sebuah hambatan yang menjadi beban bagi kesuksesan yang mereka tuju. Padahal, belum tentu hambatan-hambatan tersebut nyata, terkadang hanya ada di pikiran mereka saja.
Karenanya, optimisme mesti ada dalam diri kita agar apa yang akan kita lakukan membawa jalan kesuksesan. Tanpa optimisme, sulit bagi kita untuk mengarungi berbagai kehidupan dengan tantangannya yang semakin sulit.
Untuk membangun sikap optimis, kita perlu memahami bahwa semua yang ada dalam diri kita ada manfaatnya. Pemahaman itu akan membawa kita pada proses melakukan analisis mengenai kekuatan apa yang kita miliki dan bagaimana menggunakan kekuatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman akan kekuatan yang kita miliki menjadikan kita percaya diri untuk mulai melakukan sesuatu.
Setiap orang diciptakan dengan kekuatan dan kelamahan masing-masing. Memahami kekuatan dan kelemahan yang dimiliki akan menjadikan kita lebih mengenal mana yang bisa kita lakukan dan mana yang tidak bisa kita lakukan. Hal itu juga menjadikan kita mengetahui secara lebih pasti di bidang apa saja yang kita bisa bekerja lebih dibandingkan yang lain.
Selanjutnya, perlu ada yang keyakinan dalam diri kita bahwa jika orang lain bisa melakukan, kita juga bisa melakukan hal yang sama. Mereka makan nasi, begitu juga kita. Akan terpati dalam diri kita bahwa kita mampu melakukan sesuatu dengan baik kalau ada orang yang mampu melakukannya.
Setiap orang pada dasarnya mempunyai kesempatan yang sama. Yang membedakan adalah ada orang yang berani mengambil kesempatan yang dimilikinya karena percaya dengan kemampuannya, sementara orang lain tidak berani mengambil kesempatan yang ada karena tidak mempunyai kepercayaan diri bahwa ia mamapu melakukan hal tersebut.
Jangan pernah merendahkan kemampuan kita sendiri. Salah satu kecenderungan negatif yang sering dilakukan seseorang adalah apa yang di sebut sebagai “underestimate”(meremehkan,merendahkan)kekuatan yang dimilikinya. Akhirnya, hal itu menimbulkan rasa rendah diri yang tidak perlu pada saat melakukan sesuatu.
Contoh yang sering terjadi adalah bahwa pada saat kita ingin melakukan sesuatu, di awal kita sudah terlebih dahulu takut dan tidak berani malakukan karena banyak hal:”merasa belum cukup umur,tidak berbakat,tidak berpengalaman,takut tidak bisa,atau takut mengecewakan”, dan berbagai ketakutan lain yang sifatnya merendahkan diri sendiri.
Pikiran semacam itu menjadi belenggu bagi diri sendiri untuk melihat dan memanfaatkan peluang yang tersedia. Kemauan dan kemampuan yang sudah ada pada diri sendiri terhambat oleh pemikiran sempit yang celakanya ditimbulkan oleh diri sendiri. Belenggu pemikiran semacam ini harus terlebih dahulu disingkap, dihilangkan jauh-jauh dari pikiran kita, sehingga potensi dan kesempatan yang terbuka di depan kita bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Jangan pernah menyerah, karena akan selalu ada harapan. Hidup ini akan selalu menghadapi berbagai persoalan yang terkadang datang silih berganti, hingga suatu saat, mungkin kita merasa berada pada satu titik di mana kita tidak bisa lagi menghadapi beban persoalan tersebut. Terkadang, di saat kritis tersebut, kita menghadapi di lema besar. Sebuah pertanyaan muncul di hadapan kita: bisakah kita bertahan? Haruskah kita menyerah ?
Dalam kondisi semacam ini, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah “melawan”semua kemungkinan kita untuk menyerah. Tanamkan dalam diri kita bahwa kita akan melakukan usaha sampai batas akhir di mana kita tidak bisa lagi bebuat apa-apa.
Biasanya, orang yang dalam keadaan terdesak akan mampu mengeluarkan potensi dan kekuatannya jauh lebih dahsyat di bandingkan saat ia dalam keadaan normal. Artinya, sebenarnya jika hal itu ia lakukan dalam keadaan sadar, ia juga bisa melakukan hal yang sama, menarik kekuatan dirinya sampai batas yang paling memungkinkan.
Orang yang dikejar anjing, misalnya, terkadang bisa melakukan hal-hal yang luar biasanya,yang sebelumnya tidak terpikirkan. Dengan reflek, ia bisa lari sekencang-kencangnya, atau melewati pagar yang tinggi, meloncati parit, berenang di sungai, atau melakukan berbagai hal lain yang bisa jadi sebelumnya belum pernah ia lakukan.
Orang yang terjebak dalam sebuah kebakaran besar di rumahnya, misalnya, saat ia terkurung api, ia bisa melakukan berbagai hal yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. Bisa jadi ia bisa menerobos kaca, membuka teralis besi, dan menerobos lingkaran api untuk bisa menyelamatkan diri atau orang yang dicintainya. Ketika ada dorongan dalam dirinya yang sangat kuat untuk melakukan sesuatu, saat itulah ia bisa berkonsentrasi dan mengumpulkan potensi yang ada dalam dirinya untuk melakukan berbagai hal yang terkadang tidak mungkin dilakukan sebelumnya.
Jika kita mendapatkan suatu prestasi, sekecil apa pun prestasi itu, syukuri dan nikmatilah. Prestasi semacam itu akan memberikan gambaran bahwa kita pun bisa melakukan sesuatu jika kita berusaha dengan keras. Gambaran semacam itu akan memberikan kekuatan untuk melakukan kerja dan karya yang lebih besar lagi. Begitu seterusnya sehingga semakin lama prestasi yang kita dapatkan semakin besar dari sisi kualitas dan kuantitas.
Jika perlu, berilah reward untuk diri sendiri atas prestasi yang telah didapatkan. Rayakan prestasi tersebut; belikan hadiah terbaik untuk diri sendiri, atau berikan istirahat dan relaksasi bagi tubuh anda, karena telah mau diajak bekerja keras mendapatkan prestasi tersebut. Dengan demikian, anda merasakan betapa penting diri anda sendiri bagi orang-orang di sekitar anda, dan anda mampu menyumbangkan sesuatu bagi mereka.
Harus disadari pula bahwa kepercayaan diri yang tinggi merupakan dua sisi pedang yang saling terkait. Di satu sisi, kepercayaan yang tinggi akan sangat membantu seseorang dalam mengembangkan diri dan belajar dari lingkungannya secara cepat, tetapi di sisi lain harus di jaga agar kepercayaan diri yang tinggi ini tidak mengarah kepada sebuah kesombongan.
Jika kepercayaan diri mampu mendorong terciptanya proses pengembangan diri secara lebih baik, hal itu menjadi nilai positif yang harus di kembangkan. Tetapi, sebaliknya, perlu kehati-hatian agar kepercayaan diri yang tinggi itu tidak mengarahkan seseorang kepada kesombongan sehingga tidak mau lagi memperbaiki diri jika ada kekurangan atau kesalahan.

Wassalam
Afrizal
www.bajupoeti.com
 

Tuesday, October 05, 2010

KS26 Koko kaos 2011


KSB hrg 65ribu. Belum didiskon...
terdiri celana, peci dan baju.

Friday, October 01, 2010

Juragan Roti Yang Baik hati



Senin, 27 Sept-2010, saya ke Bandung untuk belanja beberapa barang. Entah kenapa jadi teringat teman yang jadi dosen di Itenas Bandung. Tahunya dia ada waktu dan sekalian ketemu dengan teman yang lain yang sudah jadi pengusaha. Sudah lama saya gak ketemu dengan teman pengusaha tersebut. Setelah buat janjian ketemu di Jalan Dago, saya pun meluncur ke Dago bersama sopir. Ternyata teman tersebut bawa mobil Fortuner, lalu saya bertanya dalam hati bukankah mobil pak Dosen sedan kok jadi Fortuner….hmm ternyata mobil teman yang sudah jadi pengusaha….

Lalu kami meluncur ke sebuah Caffe di Dago pakar….

Disana kami melepas rindu bercerita tentang masa lalu, masa kuliah dan setelah kuliah….biar gak rancu saya panggil bapak Pengusaha dgn BW. Mulai lah BW bercerita tentang kisah suram sewaktu lulus kuliah. Setelah lulus kuliah di ITB beliau melanjutkan kuliah S2 di bidang manajeman. Setelah lulus kuliah manajemen sempat menggangur beberapa bulan. Sudah menjadi tradisi, sarjana mencari kerja. Begitu juga BW, tiap hari ada sekitar 30 lemaran yang dikirim, tapi gak ada yang memanggil utk diwawancara saja.

Malam hari nya kami shalat Magrib berjamaah di rumah pak BW, dilanjutkan dengan makan malam di RM Kubang, di sekitar jl A Yani. Besok nya kami makan siang lagi di Sari Bundo di jalan Taman Pramuka, jadi puas kami melepas rindu dan bicara bisnis.

Akhirnya dia mulai memikirkan usaha yang bisa dijalankan. Akhirnya terjun di perdagangan Tepung, ambil tepung di Jakarta, lalu diual di Bandung. Kalau dipikir2 betapa malu nya kalau sarjana ITB dan S2 Management terkemuka, jualan tepung dan angkat2 karung tepung. Usaha ditekuni karma ingin punya usaha yang halal. Untuk delivery BW beli mobil pickup, usaha ini pun dilakukan sendiri. Kadang di hari hajun, harus mengangkat tepung. Yang paling malu rasanya kalau ada teman2 kuliah dulu melihatnya. Karna sudah gak malu lagi, jadi terbiasa. Hanya satu prinsip yang dipegang, “makan harus dari yang halal, untuk apa malu.”


Beberapa bulan kemudian, di thn 98, BW dipanggil untuk wawancara disebuah Perusahan tepung yang sedang butuh manager. Sewaktu wawancara sama direktur bertanya tentang aktivitas selama mengganggur. BW bercerita tentang usaha yang sdh dia tekuni, mulai dari proses order sampai proses penjualan. Ternyata Direktur itu tertarik dan akhirnya diterima kerja. Walau bercerita polos tanpa bahasa Inggris, bercerita tentang merintis usaha. Di thn 1999 sdh jadi sales manager untuk beberapa Area. Bisnis jualan tepung nya berhenti sejak di mulai kerja kantoran.

Terakhir BW bekerja jadi Sales Manager Area untuk daerah Kalimantan, Karna sering melakukan demo membuat roti, lama kelamaan BW jadi terbiasa dan bisa bikin kue.


Sifat baik yang dimiliki oleh BW membawa berkah. Ketika ada 4 orang lulusan SMA mencari kerja maka dia latih untuk membuat kue/roti, ini di thn 2001. Selama dilatih ke 4 anak tersebut dikasih makan. Ke Empat anak SMA ini lah yang mengembangkan usaha roti tersebut. Di awal-awal bisnis, BW tidak mendapatkan untung sama sekali, tapi dia masih kerja di PT, jadi masih aman untuk income harian.

Serba kebetulan, ketika mulai usaha ada Ibu direktur rumah sakit yang menawarkan alat masak roti. Pembayaran alat masak roti dicicil lagi. Waktu itu harga mesin sekitar 100juta. Setiap habis kantor BW memasarkan roti, juga ke 4 anak-anak SMA tadi juga ikut memasarkan. Tahun 2002 BW keluar kantor, karna selalu tidak sepaham dengan Direktur nya. Akhir nya BW di pensiun dini. Jadi bisnis roti sudah mulai berjalan setahun, BW memutuskan untuk focus di bisnis Roti.

Alhamdulillah sekarang sdh ada 4 kota tempat produksi nya, di Banjarmasin, Balik Papan, Palangkaraya dan di Bandung. Untuk di Banjarmasin, sdh ada 12 mobil box yang keliling tiap hari, dengan omset bisa mencapai 50jt/hari.

Tempat produksi di Bandung dibuka, niat nya hanya untuk mengisi kesibukan kalau lagi di Bandung, karna anak dan istri di Bandung. 2 Minggu sekali BW ke Kalimantan untuk memantau bisnis roti nya. Sekarang BW lebih sering di Bandung, di Kalimantan paling hanya 3 hari, terus kembali lagi ke Bandung.

Sekarang BW sdh bisa menikmati hasil usaha nya, sudah memliki mobil fortuner, Jazz, 2 rumah, dan tempat peternakan ikan dll. Rencana ke depan BW mau kerja sama membuka tempat produksi di Bali. Saya turut meng aminkan, karna saya lihat BW sifat nya baik, suka membantu.

Terakhir BW berkata “Untuk buka usaha tidak usah pakai hitung rugi laba, niatkan saja untuk membantu membuka lapangan kerja”….Salut untuk BW…


Friday, September 24, 2010

Enak nya Bisnis Online dan Offline

Bisnis Onlie apa Bisnis Offline, Mau pilih mana?
Masing ada kelebihan nya....
Misal kalau bisnis online, musim hujan toko tetap buka, dan pembeli tetap bisa berbelanja....
Nah pembeli Offline kan malas keluar rumah lagi hujan....

Tapi kalau listrik mati, pembeli offline tetap datang, dan pembeli online gak bisa dilayani....

Tahun 2010, omset dari peembeli online dan offline hampir sama, hampir 50-50.....

Bagaimana untuk meningkatkan pembeli Offline?
Saalah satu cara nya adalah, sediakan barang yang orang butuhkan....Misal di saat bulan ramadhan akan banyak orang cari sajadah dan mukena, jadi ini harus ada di toko muslim anda.

Alhamdulillah, sudah 5 kali lebaran kami bisnis baju muslim......banyak pengalaman dan banyak teman yang telah berhubungan dengan kami....

Hmmm nanti disambung lagi....

Friday, July 23, 2010

Lopi Lopi 2010





Karna produk POETI di thn 2010 banyak sekali orderan kaos, jadi stok nya habis terus. Lalu saya menawarkan diri untuk memasarkan produk lain ke milist TDA, lalu ada teman yang di garment minta dijualkan produk LOPI-LOPI.....
Harga bandrol 70ribu, belum didiskon maksimum 40%.
Produk tanpa Jilbab...

Thursday, June 24, 2010

Tarif Paket Udara dan Darat

TARIF VIA Udara
TARIF TARIF
Ambon 19,500
Balikpapan 13,500
Banda Aceh 13,500
Banjarmasin 10,000
Batam 8,500
Biak 30,000
Denpasar 6,000
Jayapura 30,000
Kendari 16,500
Malang 7,500
Makasar 12,500
Manado 19,000
Mataram 9,000
Medan 8,250
Padang 7,500
Palembang 6,000
Pekanbaru 9,000
Pontianak 9,500
Palangkaraya 10,500
Semarang 5,000
Solo 5,300
Surabaya 6,000
Lampung 5,000
Timika 33,500
Yogyakarta 5,000
Jambi 6,000
Pangkal Pinang 6,500
Kupang 17,500
Bengkulu 7,000
Gorontalo 18,500
Palu 18,000
Tj. Pinang 9,000




BANDUNG

5KG Pertama NEXT KG
BANDUNG 15,000 700
BANJARAN 45,000 1,200
BATUJAJAR 45,000 1,200
CILEUNYI 45,000 1,200
CIMAHI 45,000 1,200
CIMAMERE 45,000 1,200
CIPARAY 45,000 1,200
CIWIDEY 45,000 1,200
JATINANGOR 45,000 1,200
LEMBANG 45,000 1,200
NAGREK 45,000 1,200
PADALARANG 45,000 1,200
SOREANG 45,000 1,200
SUMEDANG 45,000 1,200
BENGKULU
ARGAMAKMUR 75,000 3,200
BENGKULU 60,000 2,500
BENGKULU TENGAH 75,000 3,000
CURUP 75,000 3,200
IPUH 97,000 6,000
KAUR 97,000 6,000
KEPAHYANG 75,000 3,000
MANNA 80,000 3,750
MUARA AMAN 85,000 4,000
MUKO-MUKO 102,000 6,000
TAIS 73,000 3,000
BOGOR
BOGOR 15,000 550
CIAMPEA 30,000 1,100
CIAPUS 30,000 1,100
CIAWI 30,000 1,100
CIBINONG 30,000 1,100
CILEUNGSI 30,000 1,100
CILUAR 30,000 1,100
CIOMAS 30,000 1,100
CISARUA 30,000 1,100
CITEUREUP 30,000 1,100
JONGGOL 30,000 1,100
LEUWI LIANG 30,000 1,100
PACET / PUNCAK 30,000 1,100
BANJARNEGARA
BANJAR NEGARA 35,000 1,450
BANJARMANGU 50,000 1,950
BAWANG 50,000 1,950
KARANG KODAR 50,000 1,950
PURWONEGORO 50,000 1,950
SIGALUH 50,000 1,950
BANDAR LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG 20,000 750
BANYUWANGI
BANGO REJO 60,000 2,950
BANYUWANGI 45,000 2,450
CELURING 60,000 2,950
GAMBIRAN 60,000 2,950
GELAGAH 60,000 2,950
GENTENG 60,000 2,950
GIRI 60,000 2,950
GLENN MORE 60,000 2,950
KABAT 60,000 2,950
KALIBARU 60,000 2,950
KALIPURO 60,000 2,950
MUNCAR 60,000 2,950
PESANGGARAN 60,000 2,950
PURWO HARJO 60,000 2,950
SEMPU 60,000 2,950
SONGGON 60,000 2,950
TEGAL GRIMO 60,000 2,950
WONGSO REJO 60,000 2,950
CIREBON
ARJAWINANGUN 35,000 1,250
CILIMUS 35,000 1,250
CIREBON 20,000 750
GUNUNG JATI 35,000 1,250
INDRAMAYU 35,000 1,250
KADIPATEN 35,000 1,250
KARANGAMPEL 35,000 1,250
KUNINGAN 35,000 1,250
MAJALAYA 35,000 1,250
MAJALENGKA 35,000 1,250
PALIMANAN 35,000 1,250
PLERET 35,000 1,250
PLUMBON 35,000 1,250
DENPASAR
ABIANSEMAL 75,000 3,000
BANGLI 75,000 3,000
BENOA 75,000 3,000
CANGGU 75,000 3,000
DALUNG 75,000 3,000
DENPASAR 45,000 2,450
GIANYAR 75,000 3,000
KAPAL 75,000 3,000
KARANGASEM 75,000 3,000
KEROBOKAN 75,000 3,000
KLUNGKUNG 75,000 3,000
KUTA 75,000 3,000
MAMBAL 75,000 3,000
MENGWI 75,000 3,000
MUNGGU 75,000 3,000
NEGARA 75,000 3,000
NUSA DUA 75,000 3,000
SANGEH 75,000 3,000
SANUR 75,000 3,000
SEMINYAK 75,000 3,000
SINGARAJA 75,000 3,000
TABANAN 75,000 3,000
TEGALALANG 75,000 3,000
UBUD 75,000 3,000
ULUWATU 75,000 3,000
JEMBER
BONDOWOSO 60,000 2,950
JEMBER 45,000 2,450
KELAKAH 60,000 2,950
LUMAJANG 60,000 2,950
SITUBONDO 60,000 2,950
JAKARTA
BEKASI 15,000 500
CIBITUNG 15,000 500
CIKAMPEK 15,000 500
CIKARANG 15,000 500
CILEDUG 15,000 500
CIPUTAT 15,000 500
DEPOK 15,000 500
JAKARTA 15,000 500
KARAWANG 35,000 500
PURWAKARTA 35,000 500
SUBANG 35,000 500
JAMBI
JAMBI 60,000 2,500
JOMBANG
JOMBANG 40,000 1,700
KERTOSONO 55,000 2,200
MOJO AGUNG 55,000 2,200
MOJO SARI 55,000 2,200
MOJO WARNO 55,000 2,200
NGANJUK 55,000 2,200
NGORO 55,000 2,200
PETERONGAN 55,000 2,200
JOGYA
BANTUL 35,000 1,450
JOGYAKARTA 20,000 950
KALASAN 35,000 1,450
KOTA GEDE 35,000 1,450
PARANG TRITIS 35,000 1,450
PRAMBANAN 35,000 1,450
SLEMAN 35,000 1,450
WATES 35,000 1,450
KEBUMEN
GOMBONG 35,000 1,450
KEBUMEN 20,000 950
PURWOREJO 35,000 1,450
KEDIRI
BLITAR 55,000 2,200
KEDIRI 40,000 1,700
PARE 55,000 2,200
TRENGGALEK 55,000 2,200
TULUNG AGUNG 55,000 2,200
KUDUS
BANGSRI 40,000 1,700
BATANGAN 40,000 1,700
BLORA 40,000 1,700
GROBOKAN 40,000 1,700
JEPARA 40,000 1,700
JUWANA 40,000 1,700
KUDUS 25,000 1,200
LASEM 40,000 1,700
PATI 40,000 1,700
PURWODADI 40,000 1,700
REMBANG 40,000 1,700
TAYU 40,000 1,700
KLATEN
DELANGGU 35,000 1,450
KLATEN 20,000 950
MADIUN
CARUBAN 55,000 2,200
DUNGUS 55,000 2,200
MADIUN 40,000 1,700
MAGETAN 55,000 2,200
MAOSPATI 55,000 2,200
NGAWI 55,000 2,200
PAGOTAN 55,000 2,200
PONOROGO 55,000 2,200
SARADAN 55,000 2,200
MEDAN
MEDAN 60,000 2,800
MAGELANG
BOROBUDUR 50,000 1,450
KUTOARJO 50,000 1,450
MAGELANG 35,000 950
MUNTILAN 50,000 1,450
SECANG 50,000 1,450
TEGALREJO 50,000 1,450
TEMPURAN 50,000 1,950
MOJOKERTO
BANGSAL 65,000 2,200
DAWAR BLANDONG 65,000 2,200
DELANGGU 65,000 2,200
GEDEG 65,000 2,200
GONDANG 65,000 2,200
JATI REJO 65,000 2,200
JETIS 65,000 2,200
KEMLAGI 65,000 2,200
KUTO REJO 65,000 2,200
MOJOKERTO 40,000 1,700
NGORO 65,000 2,200
PACET 65,000 2,200
PUNGGING 65,000 2,200
PURI 65,000 2,200
SOOKO 65,000 2,200
TRAWAS 65,000 2,200
TROWULAN 65,000 2,200
MALANG
BANTUR 55,000 2,200
BATU 55,000 2,200
BULULAWANG 55,000 2,200
DAMPIT 55,000 2,200
GONDANG LEGI 55,000 2,200
JABUNG 55,000 2,200
KARANG KATES 55,000 2,200
KARANG PLOSO 55,000 2,200
KENDAL PAYAK 55,000 2,200
KEPANJEN 55,000 2,200
KREBET 55,000 2,200
LANDUNG SARI 55,000 2,200
LAWANG 55,000 2,200
MALANG 40,000 1,700
NGANTANG 55,000 2,200
NGIJO 55,000 2,200
PAKIS 55,000 2,200
PAKIS AJI 55,000 2,200
PUJON 55,000 2,200
SENGGURUH 55,000 2,200
SENGKALING 55,000 2,200
SINGOSARI 55,000 2,200
SUMBER PUCUNG 55,000 2,200
TAJINAN 55,000 2,200
TUMPANG 55,000 2,200
TUREN 55,000 2,200
WAGIR 55,000 2,200
WAJAK 55,000 2,200
PEKALONGAN
BATANG 40,000 1,450
BUARAN 40,000 1,450
COMAL 40,000 1,450
KAJEN 40,000 1,450
PEKALONGAN 20,000 950
PEMALANG 40,000 1,450
PETARUKAN 40,000 1,450
TIRTO 40,000 1,450
TULIS 40,000 1,450
WIRADESA 40,000 1,450
PEKAN BARU
PEKAN BARU 50,000 2,500
PADANG
PADANG 60,000 2,500
PALEMBANG
LAHAT 60,000 3,150
PALEMBANG 25,000 1,100
PARAKAN
BANSARI 50,000 1,950
BATOK 50,000 1,950
JUMO 50,000 1,950
KANDANGAN 50,000 1,950
KEBULU 50,000 1,950
KELEDUNG 50,000 1,950
KRAJAN 50,000 1,950
NGADIREJO 50,000 1,950
PARAKAN 35,000 1,450
PIKAKAN 50,000 1,950
TEMANGGUNG 50,000 1,950
WONO BOYO 50,000 1,950
PASURUAN
BANGIL 55,000 2,200
JATIROTO 55,000 2,200
LECES 55,000 2,200
PAITON 140,000 1,700
PANDAAN 55,000 2,200
PASURUAN 40,000 1,700
PROBOLINGGO 55,000 2,200
TRETES 55,000 2,200
PURWOKERTO
AJIBARANG 35,000 1,450
BUMIAYU 35,000 1,450
BUNTU 35,000 1,450
CILACAP 35,000 1,450
GANDRUNG MANGU 35,000 1,450
JERUK LEGI 35,000 1,450
KAWUNG NGANTEN 35,000 1,450
KLAMPOK 35,000 1,450
KROYA 45,000 1,450
MAJENANG 35,000 1,450
MAOS 35,000 1,450
PURBALINGGA 35,000 1,450
PURWOKERTO 20,000 950
RAWALO 35,000 1,450
SAMPANG 35,000 1,450
SIDAREJO 35,000 1,450
SOKARAJA 35,000 1,450
TAMBAK 35,000 1,450
WANAREJO 35,000 1,450
WANGON 35,000 1,450
SUKABUMI
BAROS 30,000 1,200
CARINGIN 30,000 1,200
CIANJUR 30,000 1,200
CIBADAK 30,000 1,200
CIBEBER 30,000 1,200
CICURUG 40,000 1,200
CIDAHUNG 30,000 1,200
CIKALONG 30,000 1,200
CIKIJANG 30,000 1,200
CIMANGKOK 30,000 1,200
CIPANAS 30,000 1,200
CIPETIR 40,000 1,200
CIRANJANG 30,000 1,200
CISAAT 30,000 1,200
MANGLIT 30,000 1,200
NAGRAK 30,000 1,200
SALABINTANA 30,000 1,200
SUKABUMI 15,000 700
SUKALARANG 30,000 1,200
SALATIGA
AMBARAWA 35,000 1,450
AMPEL 35,000 1,450
BANDUNGAN 35,000 1,450
BANYUBIRU 35,000 1,450
BAWEN 35,000 1,450
BEDONO 35,000 1,450
BOYOLALI 35,000 1,450
BRINGIN 35,000 1,450
KARANGGEDE 35,000 1,450
KOPENG 35,000 1,450
SALATIGA 20,000 950
SURUH 35,000 1,450
SOLO
KARANGANYAR 35,000 1,450
KARTOSURO 35,000 1,450
KEBAK KRAMAT 35,000 1,450
MATESIH 35,000 1,450
PACITAN 35,000 1,450
PALUR 35,000 1,450
PURWANTORO 35,000 1,450
SOLO 20,000 950
SRAGEN 35,000 1,450
SUKOHARJO 35,000 1,450
TAWANG MANGU 35,000 1,450
WONOGIRI 35,000 1,450
SEMARANG
BOJA 35,000 1,450
DEMAK 35,000 1,450
KENDAL 35,000 1,450
KLEPU 35,000 1,450
SAYUNG 35,000 1,450
SEMARANG 20,000 950
UNGARAN 35,000 1,450
WELERI 35,000 1,450
SURABAYA
GEMPOL 35,000 1,700
GRESIK 35,000 1,700
KRIAN 35,000 1,700
PORONG 35,000 1,700
SIDOARJO 35,000 1,700
SURABAYA 25,000 1,200
TUBAN
BABAT 55,000 2,200
BOJONEGORO 55,000 2,200
CEPU 55,000 2,200
LAMONGAN 35,000 1,700
TUBAN 25,000 1,200
TEGAL
ADI WERNA 35,000 1,450
BALAPULANG 35,000 1,450
BOJONG 35,000 1,450
BREBES 35,000 1,450
BUMI JAWA 35,000 1,450
DUKUH TURI 35,000 1,450
DUKUH WARU 35,000 1,450
JATINEGARA 35,000 1,450
KEDUNG BANTENG 35,000 1,450
KRAMAT 35,000 1,450
LEBAKSIU 35,000 1,450
MARGASARI 35,000 1,450
PAGER GARANG 35,000 1,450
PANGKAH 35,000 1,450
SLAWI 35,000 1,450
SURODADI 35,000 1,450
TALANG 35,000 1,450
TARUB 35,000 1,450
TEGAL 20,000 950
WARU REJO 35,000 1,450
TANGERANG
BALARAJA 35,000 1,100
BANTEN 35,000 1,100
CIKANDE 35,000 1,100
CIKUPA 35,000 1,100
CILEGON 55,000 1,100
CURUG 35,000 1,100
DADAP KOSAMBI 35,000 1,100
JOMBANG 35,000 1,100
JURANG MANGU 35,000 1,100
PASAR KEMIS 35,000 1,100
SERANG 35,000 1,100
SERPONG 35,000 1,100
TANGERANG 15,000 550
TELUK NAGA 35,000 1,100
TIGARAKSA 35,000 1,100
MERAK 35,000 1,100
TASIKMALAYA
BANJAR 45,000 1,450
CIAMIS 45,000 1,450
CIAWI 45,000 1,450
CIBALONG 45,000 1,450
CIBEUREUM 45,000 1,450
GARUT 45,000 1,450
MANON JAYA 45,000 1,450
RAJA POLAH 45,000 1,450
SINGAPARNA 45,000 1,450
TASIKMALAYA 30,000 950
WONOSOBO
WONOSOBO 35,000 1,450